Subject: ENGKAU & HAWA NAFSU
Seorang muslim haruslah merenung dan selalu introspeksi mengenai pengaruh hawa nafsu terhadap dirinya Andaikan sampai berita kepadamu bahwa seseorang mencaci maki Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam. Kemudian orang lain mencaci Nabi Daud Alaihis Salam. Sedangkan orang yang ketiga mencaci maki Umar atau Ali Radhiallahu 'anhuma, dan orang yang keempat mencaci maki gurumu, serta orang yang kelima mencaci maki guru orang lain.
Apakah kemarahan dan usahamu untuk memberikan hukuman dan pelajaran kepada mereka telah sesuai dengan ketentuan syariat? yaitu, kemarahanmu kepada orang pertama dan kedua hampir sama. Tetapi jauh lebih keras jika dibandingkan dengan yang lainnya. Kemarahanmu kepada orang ketiga harus lebih lunak dibandingkan dengan yang awal, akan tetapi harus lebih keras dibandingkan dengan yang sesudahnya. Kemarahanmu kepada orang keempat dan kelima hampir sama, akan tetapi jauh lebih lunak jika dibandingkan dengan yang lainnya.
Misalkan engkau memperhatikan suatu masalah dimana ulama idolamu mempunyai suatu pendapat tentangnya, dan ulama lain menyalahi pendapat tersebut. Apakah hawa nafsumu yang lebih berperan dalam mentarjih (menguatkan) salah satu dari dua pendapat tadi ? Ataukah engkau menelitinya supaya dapat diketahui mana yang lebih rajih diantara keduanya dan engkau dapat menjelaskan kerajihannya tersebut.
Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid mengomentari ucapan diatas: "Janganlah sekali-kali engkau mencari yang rajih bagi salah satu dari dua pendapat itu semata-mata karena orang yang mengucapkan adalah orang yang engkau kagumi. Perbuatan ini adalah perbuatan muqallid yang jumud. Hati-hatilah kamu jangan seperti mereka ! Dan merupakan karunia Allah Shuhanahu wa Ta'ala, banyak dari umat ini yang telah meninggalkan fanatik madzhab, akan tetapi datang penggantinya yang lebih dahsyat dan lebih memilukan, yaitu fanatik kelompok ! Kami memohon pertolongan kepada Allah, dan tidak ada kekuatan kecuali dengan pertolonganNya."
Misalkan pula engkau membaca sebuah ayat maka nampak bagimu bahwa ayat tersebut sesuai dengan ucapan ulama idolamu. Kemudian engkau membaca ayat yang lain dan nampak olehmu dari ayat tersebut menyalahi ucapan yang lain dari ulama tersebut. Apakah engkau berusaha mencari kejelasan tentang dua ayat tersebut yaitu dengan mengkajinya secara seksama, ataukah engkau bersikap tidak perduli, dan tetap taklid kepada ulama idolamu tadi ?
Misalkan pula ada seseorang yang engkau cintai dan yang lain engkau membencinya. Keduanya berselisih dalam suatu masalah, kemudian engkau dimintai pendapatmu oleh orang lain tentang perselisihan tersebut. Ketika engkau meneliti permasalahan tersebut, apakah hawa nafsumu yang berperan sehingga engkau memihak orang yang engkau cintai?
Misalkan pula engkau mengetahui seseorang berbuat kemungkaran dan engkau berhalangan untuk mencegahnya. Kemudian sampai berita kepadamu ada orang lain yang mengingkari orang tersebut dengan kerasnya. Maka apakah anggapan baikmu terhadap pengingkaran tersebut akan sama apabila yang mengingkari itu temanmu atau musuhmu, begitu pula bagaimana sikapmu apabila yang diingkari itu temanmu atau musuhmu? Periksalah dirimu ! Engkau akan dapatkan dirimu sendiri ditimpa musibah berupa perbuatan maksiat atau kekurangan dalam hal dien. Juga engkau dapati orang yang kau benci ditimpa musibah berupa perbuatan maksiat dan kekurangan lainnya dalam syariat yang tidak lebih berat dari maksiat yang menimpamu. Maka apakah engkau dapati kebencian kepada orang tersebut sama dengan kebencianmu terhadap dirimu sendiri? Dan apakah engkau dapatkan kemarahanmu kepadanya? Sesungguhnya pintu-pintu hawa nafsu tidak terhitung banyaknya.
Saya mempunyai pengalaman pribadi ketika memperhatikan satu permasalahan yang saya anggap hawa nafsu tidak ikut campur didalamnya. Saya mendapatkan satu pengertian dalam masalah tersebut, lalu saya menetapkannya dengan satu ketetapan. Setelah itu saya melihat sesuatu yang membuat cacat ketetapan tadi, tetap saja saya gigih mempertahankan kesalahan tersebut dan jiwaku menyuruhku untuk memberikan pembelaan dan menutup mata, serta menolak untuk mengadakan penelitian lebih lanjut secara mendalam.
Hal ini dikarenakan ketika saya menetapkan pengertian pertama yang saya kagumi itu, hawa nafsu saya condong untuk membenarkannya. Padahal belum ada seorangpun yang tahu akan hal ini. Maka bagaimana jika sekiranya hal tersebut sudah saya sebar luaskan ke khalayak ramai, kemudian setelah itu nampak olehku bahwa pengertian tersebut salah? Bagaimana pula apabila kesalahan itu bukan saya sendiri yang mengetahuinya melainkan orang lain yang mengkritikku? Maka bagaimana pula jika orang yang mengkritik tersebut adalah orang yang aku benci? Hal ini bukan berarti bahwa seorang muslim dituntut untuk tidak mempunyai hawa nafsu, karena hal ini diluar kemampuannya. Tetapi kewajiban seorang muslim adalah mengoreksi diri tentang hawa nafsunya supaya dia mengetahui kemudian mengekangnya dan memperhatikan dengan seksama dalam hal kebenaran sebagai suatu kebenaran. Apabila jelas baginya bahwa kebenaran itu menyalahi hawa nafsunya, maka dia harus mengutamakan kebenaran daripada mengikuti hawa nafsunya. Seorang muslim terkadang dalam mengawasi hawa nafsunya. Ia bersikap toleran terhadap kebatilan sehingga akhirnya ia condong kepada kebatilan dan membelanya. Dia menyangka bahwa dirinya menyimpang dari kebenaran. Dan menyangka bahwa dirinya tidak sedang memusuhi kebenaran. Dan ini hampir tidak ada yang selamat darinya kecuali orang yang dipelihara oleh Allah Shuhanahu wa Ta'ala.
Hanya saja manusia bertingkat-tingkat dalam sikapnya terhadap hawa nafsu. Diantara mereka ada yang sering terbawa arus hawa nafsunya sampai melampaui batas sehingga orang yang tidak mengetahui tabiat manusia dan pengaruh hawa nafsu yang demikian besar menyangka bahwa orang tadi melakukan kesalahan yang fatal dengan sengaja. Diantara manusia ada yang dapat mengekang hawa nafsunya sehingga jarang mengikuti hawa nafsunya. Oleh sebab itu barangsiapa yang sering membaca buku-buku dari penulis yang sama sekali tidak menyandarkan ijtihad mereka kepada Al-Qur'an dan As Sunnah, maka dia akan mendapatkan banyak keanehan. Hal ini tidak mudah diketahui kecuali oleh orang-orang yang hawa nafsunya tidak condong kepada buku-buku tersebut, tetapi condong kepada kebenaran. Kalau hawa nafsunya cenderung kepada buku-buku tersebut bahkan ia sudah dikuasai hawa nafsunya, maka dia menyangka bahwa orang-orang yang sependapat dengannya itu terbebas dari mengikuti hawa nafsu, sedangkan orang-orang yang bertentangan dengannya adalah orang-orang mengikuti hawa nafsu.
Orang salaf dahulu ada yang berlebihan dalam mengekang hawa nafsunya sampai ia terjerumus ke dalam kesalahan pada sisi yang lain. Seperti seorang hakim yang mengadili dua orang yang berselisih, orang yang pertama adalah saudara kandungnya sedangkan yang kedua adalah musuhnya. Ia berlebihan di dalam mengekang hawa nafsunya sampai ia mendzalimi saudara kandungnya sendiri. Ia seperti orang yang berjalan di tepi jurang yang curam di kanan kirinya, berusaha menghindar jurang yang disebelah kanannya namun berlebihan sehingga ia terjatuh ke dalam jurang yang disebelah kirinya.
Sumber : Ma laa yasa'u Al Muslimu Jahluhu min Dhzruriyat At Tafakkur (Nukilan dari buku "Al Qaid Ila Tashih Al Aqa'id")
Oleh : Syaikh Abdurahman bin Yahya Al Mu'allimi Al yamani rahimahullah Muqaddimah dan Ta'liq Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid Al Atsari.
Diambil dari mailing list assunnah@yahoogroups.com
Date: Fri, 13 May 2005 10:33:32 From: abah naufal <abahnaufal@yahoo.com.sg>
Rabu, 21 Mei 2008
BANYAKNYA JALAN KEBAIKAN
BANYAKNYA JALAN KEBAIKAN
Juga dari Abu Dzar radhiyallaahu 'anhu, bahwa ada sekelompok orang mengatakan : "Ya Rasulullah, orang-orang kaya telah memborong semua pahala, mereka shalat sebagaimana kami shalat, mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa dan mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka* ".
Beliau shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Bukankah Allah telah menjadikan untukmu sesuatu yang kamu bisa bersedekah dengannya ? Sesungguhnya setiap tasbih adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, memerintah yang ma'ruf dan mencegah yang mungkar adalah sedekah, bahkan senggama salah seorang kamu - terhadap istrinya yang sah - terdapat sedekah ".
Mereka bertanya : "Ya Rasulullah, apakah salah seorang kami yang menyalurkan dorongan seksualitasnya - terhadap istrinya yang sah - berhak mendapatkan pahala ? ". Beliau bersabda : "Beritahukan kepada saya, seandainya dia menempatkannya dalam perkara haram apakah dia memikul dosa ? Maka begitu pula apabila dia meletakkanya pada tempat yang halal dia berhak mendapatkan pahala ". (HR Muslim)* Dengan harta mereka yang lebih dari kecukupannya.
Dari Abu Hurairah radhiyallaahu 'anhu, dia berkata : " Rasulullah shallallaahu 'alalihi wa sallam bersabda : ' Maukah aku tunjukkan kepadamu hal-hal yang dengannya Allah menghapuskan dosa dan mengangkat derajat ? '.
Mereka menjawab: 'Tentu, ya Rasulullah '. Beliau bersabda: 'Menyempurnakan wudlu dimasa-masa sulit dan banyak melangkahkan kaki menuju masjid dan menunggu shalat setelah shalat. Yang demikian itu adalah ribath* ' " (HR Muslim)
*Ribath asalnya adalah bertugas di front pertempuran, kemudian amal-amal shaleh dan ibadah tadi diserupakan dengannya.
Dari Jabir radhiyallaahu 'anhu, dia berkata : "Banu Salimah ingin berpindah (rumah) dekat masjid. Tatkala Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam mendengar keinginan itu beliau bersabda : " Saya dengar kabar bahwa kamu ingin pindah dekat dengan masjid ? " Jawab mereka : "Benar ya Rasulullah, kami bermaksud demikian ". Maka beliau bersabda: "Bani Salimah, tetaplah kamu di kampungmu, niscaya tercatat bagimu langkah-langkah kakimu " (HR Muslim)
dalam satu riwayat: "Sesungguhnya pada setiap langkah ada peningkatan satu derajat " (HR Muslim)
Dari Abu Al-Mundzir Ubay Ibn Ka'ab radhiyallaahu 'anhu, dia berkata: "Ada satu orang yang sepengetahuan saya dia adalah orang terjauh tinggalnya dari masjid, namun ia tidak pernah ketinggalan shalat (berjamaah). Maka dikatakan kepadanya atau saya katakan kepadanya : "Seandainya engkau membeli seekor himar yang bisa engkau tumpangi pada malam hari dan pada waktu terik matahari ? ". Maka dia menjawab: "Saya tidak suka jika rumah saya di samping masjid. Sesungguhnya saya ingin perjalanan saya ke masjid dan pulang saya dari masjid ke rumah, ditulis pahalanya untukku ". Maka Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Allah telah menggabungkan semua itu untukmu " (HR Muslim)
Dalam satu riwayat : "Sesungguhnya bagimu adalah apa yang kamu cari* "* Maksudnya, apa yang kamu kerjakan dari memperbanyak langkah ke masjid dan dari masjid ke rumah karena ingin mencari pahala Allah.Dari Anas radhiyallaahu 'anhu, dia berkata : "Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya Allah meridhai seorang hamba apabila ia makan satu makanan dia memuji-Nya (mengucapkan Alhamdulillah) karenanya atau minum satu minuman lalu memuji-Nya karenanya" (HR Muslim)
Tarjamah Riyadush Shalihin Jilid IKarya besar Imam NawawiPenerbit DUTA ILMU SurabayaDiambil dari mailing list assunnah@yahoogroups.com
Date: Sun, 18 Dec 2005 12:58:31 +0700 From: "Sigit, Iman" <iman.sigit@sulzer.com>
Subject: [RIYADUS SHALIHIN]
Juga dari Abu Dzar radhiyallaahu 'anhu, bahwa ada sekelompok orang mengatakan : "Ya Rasulullah, orang-orang kaya telah memborong semua pahala, mereka shalat sebagaimana kami shalat, mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa dan mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka* ".
Beliau shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Bukankah Allah telah menjadikan untukmu sesuatu yang kamu bisa bersedekah dengannya ? Sesungguhnya setiap tasbih adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, memerintah yang ma'ruf dan mencegah yang mungkar adalah sedekah, bahkan senggama salah seorang kamu - terhadap istrinya yang sah - terdapat sedekah ".
Mereka bertanya : "Ya Rasulullah, apakah salah seorang kami yang menyalurkan dorongan seksualitasnya - terhadap istrinya yang sah - berhak mendapatkan pahala ? ". Beliau bersabda : "Beritahukan kepada saya, seandainya dia menempatkannya dalam perkara haram apakah dia memikul dosa ? Maka begitu pula apabila dia meletakkanya pada tempat yang halal dia berhak mendapatkan pahala ". (HR Muslim)* Dengan harta mereka yang lebih dari kecukupannya.
Dari Abu Hurairah radhiyallaahu 'anhu, dia berkata : " Rasulullah shallallaahu 'alalihi wa sallam bersabda : ' Maukah aku tunjukkan kepadamu hal-hal yang dengannya Allah menghapuskan dosa dan mengangkat derajat ? '.
Mereka menjawab: 'Tentu, ya Rasulullah '. Beliau bersabda: 'Menyempurnakan wudlu dimasa-masa sulit dan banyak melangkahkan kaki menuju masjid dan menunggu shalat setelah shalat. Yang demikian itu adalah ribath* ' " (HR Muslim)
*Ribath asalnya adalah bertugas di front pertempuran, kemudian amal-amal shaleh dan ibadah tadi diserupakan dengannya.
Dari Jabir radhiyallaahu 'anhu, dia berkata : "Banu Salimah ingin berpindah (rumah) dekat masjid. Tatkala Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam mendengar keinginan itu beliau bersabda : " Saya dengar kabar bahwa kamu ingin pindah dekat dengan masjid ? " Jawab mereka : "Benar ya Rasulullah, kami bermaksud demikian ". Maka beliau bersabda: "Bani Salimah, tetaplah kamu di kampungmu, niscaya tercatat bagimu langkah-langkah kakimu " (HR Muslim)
dalam satu riwayat: "Sesungguhnya pada setiap langkah ada peningkatan satu derajat " (HR Muslim)
Dari Abu Al-Mundzir Ubay Ibn Ka'ab radhiyallaahu 'anhu, dia berkata: "Ada satu orang yang sepengetahuan saya dia adalah orang terjauh tinggalnya dari masjid, namun ia tidak pernah ketinggalan shalat (berjamaah). Maka dikatakan kepadanya atau saya katakan kepadanya : "Seandainya engkau membeli seekor himar yang bisa engkau tumpangi pada malam hari dan pada waktu terik matahari ? ". Maka dia menjawab: "Saya tidak suka jika rumah saya di samping masjid. Sesungguhnya saya ingin perjalanan saya ke masjid dan pulang saya dari masjid ke rumah, ditulis pahalanya untukku ". Maka Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Allah telah menggabungkan semua itu untukmu " (HR Muslim)
Dalam satu riwayat : "Sesungguhnya bagimu adalah apa yang kamu cari* "* Maksudnya, apa yang kamu kerjakan dari memperbanyak langkah ke masjid dan dari masjid ke rumah karena ingin mencari pahala Allah.Dari Anas radhiyallaahu 'anhu, dia berkata : "Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya Allah meridhai seorang hamba apabila ia makan satu makanan dia memuji-Nya (mengucapkan Alhamdulillah) karenanya atau minum satu minuman lalu memuji-Nya karenanya" (HR Muslim)
Tarjamah Riyadush Shalihin Jilid IKarya besar Imam NawawiPenerbit DUTA ILMU SurabayaDiambil dari mailing list assunnah@yahoogroups.com
Date: Sun, 18 Dec 2005 12:58:31 +0700 From: "Sigit, Iman" <iman.sigit@sulzer.com>
Subject: [RIYADUS SHALIHIN]
Bagaimana caranya menjadi orang yang kuat imannya
www.alsofwah.or.id
Artikel Fatwa :
Bagaimana caranya menjadi orang yang kuat imannya
Sabtu, 27 Maret 04
Tanya : Bagaimana agar seseorang itu menjadi kuat imannya, melaksanakan perintah-perintah Allah dan takut dari azab-Nya ?
Jawab : Yaitu dengan membaca kitab Allah ( Al-Qur'an ), mempelajari dan memahami arti dan hukum-hukum yang terkandung di dalamnya dan dengan mempelajari sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, mengetahui syari'at yang dikandung oleh sunnah tersebut secara rinci dan mengamalkan sesuai dengan tuntunan keduanya dan selalu berpegang kepadanya dalam aqidah, perkataan dan perbuatan, serta selalu menghadirkan perasaan bahwa Allah selalu mengawasinya, dan selalu menghadirkan keagungan Allah, dan mengingat hari akhir dan apa yang ada pada hari akhir tersebut, dari hal hisab, balasan, sangsi, dan mengingat dahsyatnya hari pembalasan tersebut, dan juga dengan bergaul dengan orang-orang shalih yang dikenalnya, serta menjauhi orang-orang yang jahat. Wallahu A'lam
Fatwa Lajnah Daimah, Jld I/360
Artikel Fatwa :
Bagaimana caranya menjadi orang yang kuat imannya
Sabtu, 27 Maret 04
Tanya : Bagaimana agar seseorang itu menjadi kuat imannya, melaksanakan perintah-perintah Allah dan takut dari azab-Nya ?
Jawab : Yaitu dengan membaca kitab Allah ( Al-Qur'an ), mempelajari dan memahami arti dan hukum-hukum yang terkandung di dalamnya dan dengan mempelajari sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, mengetahui syari'at yang dikandung oleh sunnah tersebut secara rinci dan mengamalkan sesuai dengan tuntunan keduanya dan selalu berpegang kepadanya dalam aqidah, perkataan dan perbuatan, serta selalu menghadirkan perasaan bahwa Allah selalu mengawasinya, dan selalu menghadirkan keagungan Allah, dan mengingat hari akhir dan apa yang ada pada hari akhir tersebut, dari hal hisab, balasan, sangsi, dan mengingat dahsyatnya hari pembalasan tersebut, dan juga dengan bergaul dengan orang-orang shalih yang dikenalnya, serta menjauhi orang-orang yang jahat. Wallahu A'lam
Fatwa Lajnah Daimah, Jld I/360
PAGAR DIRI DARI SIHIR DAN ILMU HITAM
PAGAR DIRI DARI SIHIR DAN ILMU HITAM
Di bawah ini di nyatakan cara cara atau amalan yang boleh di lakukan untuk memagar diri anda dari perbuatan jahat tukang sihir atau pengamal ilmu hitam.Sihir mungkin tidak mengenal siapa anda.Ia boleh menyerang anda. Ketahuilah cara memagari diri anda dari sihir dan gangguan syaitan.Pagar Pertama (1) - Makan Tamar 'Ajwah dan Tamar MadinahAmalkan memakan tamar (kurma) 'Ajwah dan jika boleh makan bersama dengan Tamar Madinah. Sekiranya anda tidak boleh mendapatkan kedua-dua jenis tamar tersebut, makanlah apa-apa jenis tamar yang ada supaya menepati sabdaRasulullah S.A.W. yang berbunyi: "Barangsiapa yang memakan tujuh biji tamar 'Ajwah, dia tidak akan mendapat sebarang kemudaratan racun atau sihir yang terkena pada hari itu".(Riwayat al Bukhari.)Pagar Kedua (2) - Berwuduk sebelum tidurSihir tidak akan memberi sebarang kesan terhadap seseorang muslim yang mempunyai wuduk. Setiap muslim yang berwuduk akan sentiasa dikawal ketat oleh para Malaikat sebagaimana diperintahkan oleh Allah S.W.T kepada mereka.Sabda Rasulullah S.A.W: Ertinya: "Sucikanlah jasad-jasad ini mudah-mudahan Allah akan menyucikan kamu. Kerana sesungguhnya tiada seorang pun dari mereka yang bersuci terlebih dahulu sebelum tidur, melainkan ada bersamanya seorang Malaikat. Malaikat tersebut tidak akan pernah terlalai walaupun sedetik untuk mengucapkan doa: 'Ya Allah!Ampunilah dosa hambaMu ini kerana dia telah tidur dalam keadaan bersuci.'(Riwayat at Tabraaniy dgn sanad yang baik.)Pagar Ketiga (3) - Mengambil berat tentang solat berjemaah Mengambil berat tentang solat berjemaah akan menjadikan seseorang muslim bebas serta aman dari gangguan syaitan. Bersikap sambil lewa terhadap solat berjemaah menyebabkan syaitan akan mengambil peluang untuk mendampingimereka. Apabila selalu berdampingan, lama kelamaan ia akan berjaya merasuk, menyihir atau melakukan kejahatan lain.Mengikut riwayat Abu Hurairah r.a., Rasulullah S.A.W.telah bersabda: Ertinya: 'Mana-mana kampung mahupun kawasan kawasan hulu yang tidak mendirikan solat berjemaah meskipun penduduknya cuma tiga orang, nescaya akan didampingi oleh syaitan. Oleh itu hendaklah dirikan solat berjemaah. Sesungguhnya serigala akan memakan kambing-kambing yang menyendiri dari puaknya. (Riwayat Abu Daud dengan sanad yang baik).Pagar Keempat (4) - Mendirikan Solat Tahajjud utk memagarkan diri dari sihirBangunlah mengerjakan solat malam dan janganlah mempermudah-mudahkannya. Sifat mempermudah-mudahkan bangun bersolat malam boleh memberi ruang kepada syaitan untuk menguasai diri seseorang itu. Apabila syaitan telah mampu menguasai diri seseorang, maka dirinya adalah tak ubah seperti bumi yang ketandusan akibat kesan tindakbalas hasil perlakuan syaitan tersebut.Ibnu Mas'ud r.a. telah berkata: Rasulullah S.A.W. pernah diberitahu tentang perihal seorang lelaki yang tidur hingga ke Subuh dengan tidak mengerjakan solat malam, maka Rasulullah S.A.W. pun bersabda: Ertinya: "Sesungguhnya syaitan telah kencing di dalam telinganya"(Riwayat al Bukhari dan Muslim).Pagar Kelima (5) - Membaca doa perlindungan apabila masuk di dalam tandasTandas adalah tempat kotor dan merupakan rumah bagi syaitan. Oleh itu ia akan mencuba sedaya upaya menggunakan kesempatan yang ada untuk menguasai seseorang muslim setiap kali orang itu masuk ketandas. Di dalam sebuah bukuseorang mangsa sihir telah melapurkan bahawa dia pernah memasuki tandas dengan tidak membaca doa perlindungan. Seketika kemudian dia telah dirasuk oleh syaitan.Apabila Rasulullah S.A.W mahu memasuki tandas, baginda akan membaca doa perlindungan dengan berkata: Ertinya: "Dengan nama Allah. Ya Allah!Sesungguhnya aku berlindung denganMu dari sebarang kekotoran dan gangguan syaitan".Riwayat al Bukhari dan Muslim. Maksudnya adalah berlindung dari gangguan syaitan-syaitan jantan atau betina.Pagar Keenam (6) - Memagar isteri selepas selesai akad nikahSelepas majlis akad nikah, pada malam pengantin sebelum memulakan adab-adab berpengantin yang lain, hendaklah suami meletakkan tangan kanannya di atas ubun-ubun kepala isterinya sambil berdoa:"Ya Allah, aku memohon kepadaMu kebaikannya dan kebaikan yang telah Engkau selubungi ke atasnya,dan aku berlindung dari keburukannya dan keburukan yang telah Engkau selubungi ke atasnya. Ya Allah berkatilah isteriku inike atasku dan lindungilah dirinya dari segala keburukan perbuatan orang-orang yang dengki, dan perbuatan tukang sihir apabila dia telah melakukan sihir dan dan perbuatan orang-orang yang suka melakukan tipu daya."(Riwayat Abu Daud dan menurut al Albaaniy sanadnya baik).Pagar Ketujuh (7) - Berwuduk sebelum tidur, membaca ayat-ayat al Kursi dan berzikir kepada Allah sehingga terlelap.Dalam satu hadis sahih telah menceritakan bahawa syaitan telah berkata kepada Abu Hurairah: "Barangsiapa yang membaca ayat-ayat al Kursi sebelum tidur,dirinya sentiasa di dalam peliharaan Allah manakala syaitan sekali-kali tidak mampu mendekatinya sehinggalah ke waktu pagi''.Rasulullah S.A.W. telah bersetuju dengan cerita Abu Hurairah tersebut sambil berkata: "Ia telah bercakap benar kepada engkau, walhal ia sendiri sememangnya penipu."(Riwayat al Bukhari).Sekian wassalam.
Diposting oleh VAN_ANANG BROTHER di 02:19 0 komentar
Di bawah ini di nyatakan cara cara atau amalan yang boleh di lakukan untuk memagar diri anda dari perbuatan jahat tukang sihir atau pengamal ilmu hitam.Sihir mungkin tidak mengenal siapa anda.Ia boleh menyerang anda. Ketahuilah cara memagari diri anda dari sihir dan gangguan syaitan.Pagar Pertama (1) - Makan Tamar 'Ajwah dan Tamar MadinahAmalkan memakan tamar (kurma) 'Ajwah dan jika boleh makan bersama dengan Tamar Madinah. Sekiranya anda tidak boleh mendapatkan kedua-dua jenis tamar tersebut, makanlah apa-apa jenis tamar yang ada supaya menepati sabdaRasulullah S.A.W. yang berbunyi: "Barangsiapa yang memakan tujuh biji tamar 'Ajwah, dia tidak akan mendapat sebarang kemudaratan racun atau sihir yang terkena pada hari itu".(Riwayat al Bukhari.)Pagar Kedua (2) - Berwuduk sebelum tidurSihir tidak akan memberi sebarang kesan terhadap seseorang muslim yang mempunyai wuduk. Setiap muslim yang berwuduk akan sentiasa dikawal ketat oleh para Malaikat sebagaimana diperintahkan oleh Allah S.W.T kepada mereka.Sabda Rasulullah S.A.W: Ertinya: "Sucikanlah jasad-jasad ini mudah-mudahan Allah akan menyucikan kamu. Kerana sesungguhnya tiada seorang pun dari mereka yang bersuci terlebih dahulu sebelum tidur, melainkan ada bersamanya seorang Malaikat. Malaikat tersebut tidak akan pernah terlalai walaupun sedetik untuk mengucapkan doa: 'Ya Allah!Ampunilah dosa hambaMu ini kerana dia telah tidur dalam keadaan bersuci.'(Riwayat at Tabraaniy dgn sanad yang baik.)Pagar Ketiga (3) - Mengambil berat tentang solat berjemaah Mengambil berat tentang solat berjemaah akan menjadikan seseorang muslim bebas serta aman dari gangguan syaitan. Bersikap sambil lewa terhadap solat berjemaah menyebabkan syaitan akan mengambil peluang untuk mendampingimereka. Apabila selalu berdampingan, lama kelamaan ia akan berjaya merasuk, menyihir atau melakukan kejahatan lain.Mengikut riwayat Abu Hurairah r.a., Rasulullah S.A.W.telah bersabda: Ertinya: 'Mana-mana kampung mahupun kawasan kawasan hulu yang tidak mendirikan solat berjemaah meskipun penduduknya cuma tiga orang, nescaya akan didampingi oleh syaitan. Oleh itu hendaklah dirikan solat berjemaah. Sesungguhnya serigala akan memakan kambing-kambing yang menyendiri dari puaknya. (Riwayat Abu Daud dengan sanad yang baik).Pagar Keempat (4) - Mendirikan Solat Tahajjud utk memagarkan diri dari sihirBangunlah mengerjakan solat malam dan janganlah mempermudah-mudahkannya. Sifat mempermudah-mudahkan bangun bersolat malam boleh memberi ruang kepada syaitan untuk menguasai diri seseorang itu. Apabila syaitan telah mampu menguasai diri seseorang, maka dirinya adalah tak ubah seperti bumi yang ketandusan akibat kesan tindakbalas hasil perlakuan syaitan tersebut.Ibnu Mas'ud r.a. telah berkata: Rasulullah S.A.W. pernah diberitahu tentang perihal seorang lelaki yang tidur hingga ke Subuh dengan tidak mengerjakan solat malam, maka Rasulullah S.A.W. pun bersabda: Ertinya: "Sesungguhnya syaitan telah kencing di dalam telinganya"(Riwayat al Bukhari dan Muslim).Pagar Kelima (5) - Membaca doa perlindungan apabila masuk di dalam tandasTandas adalah tempat kotor dan merupakan rumah bagi syaitan. Oleh itu ia akan mencuba sedaya upaya menggunakan kesempatan yang ada untuk menguasai seseorang muslim setiap kali orang itu masuk ketandas. Di dalam sebuah bukuseorang mangsa sihir telah melapurkan bahawa dia pernah memasuki tandas dengan tidak membaca doa perlindungan. Seketika kemudian dia telah dirasuk oleh syaitan.Apabila Rasulullah S.A.W mahu memasuki tandas, baginda akan membaca doa perlindungan dengan berkata: Ertinya: "Dengan nama Allah. Ya Allah!Sesungguhnya aku berlindung denganMu dari sebarang kekotoran dan gangguan syaitan".Riwayat al Bukhari dan Muslim. Maksudnya adalah berlindung dari gangguan syaitan-syaitan jantan atau betina.Pagar Keenam (6) - Memagar isteri selepas selesai akad nikahSelepas majlis akad nikah, pada malam pengantin sebelum memulakan adab-adab berpengantin yang lain, hendaklah suami meletakkan tangan kanannya di atas ubun-ubun kepala isterinya sambil berdoa:"Ya Allah, aku memohon kepadaMu kebaikannya dan kebaikan yang telah Engkau selubungi ke atasnya,dan aku berlindung dari keburukannya dan keburukan yang telah Engkau selubungi ke atasnya. Ya Allah berkatilah isteriku inike atasku dan lindungilah dirinya dari segala keburukan perbuatan orang-orang yang dengki, dan perbuatan tukang sihir apabila dia telah melakukan sihir dan dan perbuatan orang-orang yang suka melakukan tipu daya."(Riwayat Abu Daud dan menurut al Albaaniy sanadnya baik).Pagar Ketujuh (7) - Berwuduk sebelum tidur, membaca ayat-ayat al Kursi dan berzikir kepada Allah sehingga terlelap.Dalam satu hadis sahih telah menceritakan bahawa syaitan telah berkata kepada Abu Hurairah: "Barangsiapa yang membaca ayat-ayat al Kursi sebelum tidur,dirinya sentiasa di dalam peliharaan Allah manakala syaitan sekali-kali tidak mampu mendekatinya sehinggalah ke waktu pagi''.Rasulullah S.A.W. telah bersetuju dengan cerita Abu Hurairah tersebut sambil berkata: "Ia telah bercakap benar kepada engkau, walhal ia sendiri sememangnya penipu."(Riwayat al Bukhari).Sekian wassalam.
Diposting oleh VAN_ANANG BROTHER di 02:19 0 komentar
Cinta itu seperti pasir
Cinta itu seperti pasir
Semakin digenggam erat,
semakin dia akan pergi dari jari-jari kita
Kalau tidak dijaga,
dia akan hilang terbawa angin
Dan ketika kita melepaskan genggaman pasir itu
Selalu ada butir-butir yang tetap menempel di tangan
Tapi kalau ada 2 pasang tangan yang menggenggamnya sama-sama erat
Pasir itu pastilah tak akan kemana
Semakin digenggam erat,
semakin dia akan pergi dari jari-jari kita
Kalau tidak dijaga,
dia akan hilang terbawa angin
Dan ketika kita melepaskan genggaman pasir itu
Selalu ada butir-butir yang tetap menempel di tangan
Tapi kalau ada 2 pasang tangan yang menggenggamnya sama-sama erat
Pasir itu pastilah tak akan kemana
Langganan:
Postingan (Atom)
